Noheartfeeling’s Blog

PDE,AUDITING dan AUDITING PDE

Posted on: November 23, 2009

 4 Sistem pengolahan data yang dilakukan organisasi
1. Sistem pengolahan data secara manual
Sistem pengolahan ini menggunakan pensil atau alat tulis lainnya untuk mencatat data pada dokumen seperti buku harian,buku besar,neraca lajur dsb.
2. Sistem pengolahan data secara mekanis
Menggunakan alt bantu mekanis untuk menghitung seperti kalkulator,mesin penjumlah dsb.
3. Sistem pengolahan data secara elektro mekanis
Penggunaan llistrik pada mesin-mesin penjumlah agar dapat bekerja secara efesien.
4. Sistem pengolahan data secara elektronik
Menggunakan komputer atau pengolah data untuk mencatat data pada dokumen-dokumen organisasi.
 Weber menyatakan 7 alasan berikut tentang perlunya audit sistem
1. Biaya organisasi akibat hilangnya data
2. Keputusan yang diambil menjadi tidak benar
3. Biaya yang ditimbulkan oleh para pelaku kejahatan komputer
4. Besarnya nilai investasi yang dikeluarkan perusahaan untuk mengdakan piranti keras,piranti lunak dan SDM pengelolanya
5. Besarnya biaya yang timbul akibat kerusakan komputer
6. Terintegrasinya data pada datbase menimbulkan perlunya privacy untuk tetap dijaga
7. Perlunya mengendalikan evolusi pemanfaatan komputer
 Definisi PDE dan sistem informasi
• PDE dapat didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan dengan menggunakan komputer untuk mengubah informasi yang masih mentah (data)menjadi informasi yang berguna yang sesuai dengan tujuannya.
• Rangkaian kegiatan PDE :
1. Proses memasukan masukan (inputting), yaitu mengumpulkan dan mencatat transaksi atau fakta-fata yang terjadi di dalam perusahaan.proses memassukan data inilah yang disebut dengan inputting.
2. Penyimpanan (storing), yaitu menyimpan data atau informasi sehingga (pada waktu yang lain) pemakainya dapat menggunakan kembali data atau informasi tersebut untuk memproses lebih lanjut atau sekedar melihat data atau informasi tersebut.
3. Pengolahan (processing), yaitu manipulasi masukan untuk diubah menjadi keluaran yag diharapkan.
4. Proses menghasilkan keluaran (outputting), yaitu menghasilkan informasi yang berguna seperti misalnya dalam bentuk cetakan (print-out),neraca,analisis laporan keuangan yang ditampilkan dalam layar monitor dan sebagainya.
5. Pengendalian (controlling), yaitu mengarahkan pola dan urut-urutan sehingga empat operasi di atas dapat terlaksana sesuai dengan yang dikehendaki oleh organisasi yang bersangkutan.
 Sub-sub sistem dalam aplikasi pengolahan data dewasa ini disebut dengan istilah sumber daya tehnologi informasi (IT resourrces) yang terdiri dari :
• Manusia
Unsur manusia (personil dalam sistem PDE sering disebut juga dengan istilah brainware yang memiliki peran sebagai pemroses informasi,sebagai pengambil keputusan dan sebagai analis atas persoalan yang terjadi.
• Sistem aplikasi
Menurut Martin et al , 7 komponen sistem informasi adalah sebagai berikut :
1. Boundary
Merupakan pemisah yang menunjukan komponen mana yang berada di dalam sistem dan komponen mana yang merupakan bagian di luar sistem.
2. Lingkungan (environtment)
Dapat berupa apa saja asalkan berada diluar sistem.Lingkungan inilah yang menentukan asunsi-asumsi,batasan-batasan serta masukan-masukan ke dalam sistem.
3. Masukan (input)
Merupakan sumber daya seperti data,bahan baku,pasokan ,energi dsb yang berasal dari lingkungan yang dikonsumsi dan dimanipulasi(diolah) didalam sistem.
4. Keluaran (output)
Merupakan sumber daya atau produk sepeti informasi ,laporan,dokumen, tampilan di layer monitor,bahan baku dsb yang disediakan oleh komponen-komponen di dalam sistem untuk lingkungan.
5. Komponen
Merupakan aktivitas atau proses yang terjadi di dalam sistem yang mentransformasikan masukan menjadi berbagai jenis atau bentuk lain atau yang menghasilkan keluaran sistem.
6. Interface
Merupakan tempat dimana dua komponen atau sistem dan lingkungannya bertemu atau berinteraksi.Dalam sebuah sistem informasi,fungsi dari interface biasanya mencakap hal-hal sebagai berikut :
a. Menjadi filter atau saringan terhadap data yang tidak diharapkan atau terhadap gannguan yang terjadi.
b. Melakukan coding atau decoding ,yaitu menterjemahkan data dari satu format menjadi format lainnya.
c. Mendeteksi dan memperbaiki kesalahan yang terjadi dalam bentuk menguji dengan aturan atau standar yang ada.
d. Sebagai buffer yang memungkinkan bagi sistem yang berbeda untuk bekerja secara bersamaan.
e. Menjadi pengaman ,yaitu menolak permintaan data yang tidak ada otorisasinya serta memberikan mekanisme perlindungan lainnya.
f. Membuat ikhtisar ,yaitu meringkas masukan yang jumlahnya besar menjadi statistik yang agregat guna mengurangi jumlah pekerjaan yang dibutuhkan oleh komputer selanjutnya.
7. Penyimpanan (storage)
Merupaka tempat penyimpanan sementara atau permanen dari informasi, energi,bshsn bsku dsb.
• Infrastruktur
• Informasi
 Auditing,Auditing PDE dan Auditing Sistem informasi
• Dua definisi auditing yang menyeluruh tampak dalam Arens,Elder dan Beasley serta the Committee on Basic Auditing Concepts dari American Accounting Association yang mendefinisikan sebagai berikut :
 Auditing adalah pengumpulan dan nilai bukti mengenai informasi untuk menentukan dan melaporkan mengenai tingkatan kesesuaian antara informasi tersebut dengan ketentuan yang ditetapkan.
 Auditing adalah suatu proses yang sistematis mengenai perolehan dan penilaian bukti secara objective berkenaan dengan pernyataan mengenai tindakan-tindakan dan kejadian-kejadian ekonomi dengan tujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian antara pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan serta untuk mengkomunikasikan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
 Auditing PDE adalah berbagai metode yang digunakan oleh auditor-auditor yang terlatih untuk memastikan kebenaran pengolahan data dengan menggabungkan atau mengkombinasikan pengendalian pengolahan data dan metode audit akutansi yang tradisional.
 Audit sistem informasi adalah suatu proses pengumpulan dan penilaian bukti untuk menentukan apakah suatu sistemkomputer melindungi aktiva,mempertahankan integritas data,serta memungkinkan bagi tercapainya tujuan organisasi secara efektif dan penggunaaan sumber daya secara efesien.
 Persamaan audit konvesional dengan audit PDE :
1. Definisi auditing
2. Auditornya
3. Jenis audit
4. Tujuan audit
5. Pernyataan (opini) auditor
6. Standar auditing
 Perbedaan audit konvesional engan audit PDE :
1. Kesalahan secar berulang-ulang (terus-menerus)
2. Jejak audit (audit trail)
3. Sering tidak ada pemisahan tugas
4. Ketergasntungan
5. Resiko yang dihadapi auditor makin besar
6. Manfaat penilaian intern
7. Cara yang dapat dilakukan oleh auditor dalam melakukan audit
8. Pengetahuan yang diperlukan oleh auditor

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: