Noheartfeeling’s Blog

BUDAYA DAN LINGKUNGAN ORGANISASI

Posted on: November 12, 2009

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kita tahu bahwa setiap individu mempunyai sesuatu yang oleh para psikolog disebut ”kepribadian”.Kepribadian seseorang itu terdiri atas serangkaian ciri-ciri yang relatif tetap dan mantap.Apabila kita menggambarkan seseorang sebagai orang yang hangat,inovatif,santai dan konservatif.kita meggambarkan ciri-ciri kepribadian yang kita sebut ”budaya”.Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.

Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam lingkungan sangat dinamis.Pengaruh perubahan tersebut sangat besar terhadap aktivitas-aktivitas organisasi dalam rangka mencapai sasaran-sasaran organisasi yangtelah ditetapkan.Kemampuan manajer untuk mengidentifikasikan.menganalisa,mengevaluasi,mendiagnosa dan bereaksi dan tanggap terhadap peluang dan ancaman yang dihadapi organisasi sangat diperlukan untuk mempertahankan keberadaan dan mengembangkan organisasi.

Bab II

LANDASAN TEORI

  1. 1. DEFINISI BUDAYA ORGANISASI

Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli :

  1. a. Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
  2. b. Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.
  3. c. Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.
  4. d. Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.
  5. e. Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku.

Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan budaya organisasi dalam
penelitian ini adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.

  1. 2. Sumber-sumber Budaya Organisasi

Menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:264), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

  1. a. Pengaruh umum dari luar yang luas.Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi.
  2. b. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat.Keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan.
  3. c. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi.Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.
  4. 3. Fungsi Budaya Organisasi

Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :

  1. a. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
  2. b. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
  3. c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
  4. d. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
  5. e. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.
  6. 4. Ciri-ciri Budaya Organisasi

Menurut Robbins (1996:289), ada 7 ciri-ciri budaya organisasi adalah:

  1. a. Inovasi dan pengambilan resiko. Sejauh mana karyawan didukung untuk menjadi inovatif dan mengambil resiko.
  2. b. Perhatian terhadap detail. Sejauh mana karyawan diharapkan menunjukkan kecermatan, analisis dan perhatian terhadap detail.
  3. c. Orientasi hasil. Sejauh mana manajemen memfokus pada hasil bukannya pada teknik dan proses yang digunakan untuk mencapai hasil tersebut.
  4. d. Orientasi orang. Sejauh mana keputusan manajemen memperhitungkan efek pada orang-orang di dalam organisasi itu.
  5. e. Orientasi tim. Sejauh mana kegiatan kerja diorganisasikan sekitar tim-tim, ukannya individu.
  6. f. Keagresifan. Berkaitan dengan agresivitas karyawan.
  7. g. Kemantapan. Organisasi menekankan dipertahankannya budaya organisasi yang sudah baik.

Dengan menilai organisasi itu berdasarkan tujuh karakteristik ini, akan diperoleh gambaran majemuk dari budaya organisasi itu. Gambaran ini menjadi dasar untuk perasaan pemahaman bersama yang dimiliki para anggota mengenai organisasi itu, bagaimana urusan diselesaikan di dalamnya, dan cara para anggota berperilaku (Robbins, 1996 : 289).

  1. 5. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Praktek Manajemen
    1. a. Perencanaan (planing)

Kadar resiko yang harus di kandung rencana-rencana.Apakah rencana-rencana harus disusun oleh individu-individu atau tim-tim.Kadar pengamatan terhadap lingkungan dimana pimpinan akan melakukannya.

  1. b. Mengorganisasi (organizing)

Seberapa besar kebebasan yang harus dicantumkan dalam pekerjaan-pekerjaan karyawan.Apakah tugas-tugas harus dilakukan oleh individu-individu atau secara beregu.Kadar sejauh mana manager department berinteraksi satu sama lain.

  1. c. Memimpin (leading)

Kadar sejauh mana para manager menaruh perhatian untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan.Gaya-gaya kepemimpinan mana yang tepat.Apakah segala perselisihan bahkan yang membangun harus dilenyapkan.

  1. d. Mengendalikan (controlling)

Apakah harus menerapkan kendali eksternal atau membiarkan karyawan mengendalikan tindakan mereka sendiri.Kriteria mana yang harus ditekankan dalam penilaian unjuk kerja karyawan.Akibat-akibat mana yang akan timbul dari pelanggaran anggaran seseorang.

  1. 6. Definisi Lingkungan Organisasi

Lingkungan : Lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan yang berada diluar organisasi tersebut dan berpotensi mempengaruhi kinerja organisasi.

  1. 7. Lingkungan Khusus dan Lingkungan Umum

Lingkungan khusus adalah bagian lingkungan yang secara langsung relevan dengan pencapaian sasaran sasaran organisasi tersebut.Komponen-komponen lingkungan khusus :

v     Pemasok

v     Pelanggan

v     Pesaing

v     Badan-badan pemerintahan

v     Kelompok-kelompok penekan masyarakat

Lingkungan umum mencakup kekuatan-kekuatan yang mempunyai potensi untuk mempengaruhi organsasi tersebut tetapi yang relevansinya tidak terlampau jelas.Faktor faktor dalam lingkungan umum mencakup :

v     Faktor ekonomi

v     Faktor politik

v     Faktor sosial

v     Faktor global

v     Faktor tehnologi

 

  1. 8. Ketidakpastian Lingkungan

Ketidakpastian merupakan derajat perubahan dan derajat kompleksitas lingkungan organisasi.Kompleksitas adalah jumlah kompoen dalam sebuah lingkungan organisasi dan sejauh mana pengetahuan yang dimiliki oleh organisasi itu tentang komponen-komponen.

  1. 9. Pengaruh Lingkungan Terhadap Praktek Manajemen

Organisasi-organisasi tidak dapat mencukupi diri sendiri atau memenuhi kebutuhannya sendiri.Mereka berinteraksi dengan dan di pengaruhi oleh lingkungannya.Organisasi-organisasi tergantung pada lingkungan mereka sebagai sumber masukan-masukan dan sebagai penerima pengeluaran-pengeluarannya.Organisasi-organisasi harus pula mentaati undang-undang dan peraturan dan tanggap terhadap kelompok-kelompok yang menentang tindakan-tindakan organisasi itu .Dengan demikian,pemasok,pelanggan,badan pemerintah,kelompok-kelompok masyarakat tertentu dan pendukung-pendukung serupa dapat menekan sebuah organisasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: