Noheartfeeling’s Blog

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI

Posted on: Februari 24, 2009

UMUM

 

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai (Pusdiklat) didirikan pada awal tahun 1970-an. Lembaga ini merupakan pengembangan dari Akademi Dinas Luar Negeri (ADLN) yang didirikan pada tahun 1949 oleh MR Ahmad Soebardjo, Menteri Luar Negeri pertama Republik Indonesia, pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Pada awalnya, Pusdiklat hanya khusus menyelenggarakan diklat di bidang diplomasi dan hubungan internasional bagi para Pejabat Dinas Luar Negeri (PDLN), namun saat ini Pusdiklat juga menyelenggarakan diklat bagi peserta selain pejabat tersebut. Saat ini peserta diklat di Pusdiklat Deplu juga meliputi pegawai non-PDLN di lingkungan Departemen Luar Negeri (Deplu), pegawai negeri dari instansi lain termasuk pemerintah daerah, para isteri pejabat yang akan bertugas ke luar negeri serta peserta non-pegawai seperti mahasiswa dan pelajar yang mengikuti program-program khusus yang diselenggarakan oleh Deplu. Beragamnya peserta diklat ini merupakan hasil dari meluasnya jaringan kerjasama antara Deplu dengan lembaga-lembaga lain. Pusdiklat secara teratur juga mengundang para cendekiawan dari dalam dan luar negeri untuk memberikan ceramah kepada para peserta diklat dan mengirimkan para diplomat Indonesia untuk belajar di luar negeri, baik untuk mendapatkan program gelar maupun non-gelar. Dalam rangka memperluas kerjasama dengan lembaga diplomatik negara lain Pusdiklat juga secara aktif selalu mengikuti Pertemuan Tahunan Lembaga-lembaga Pelatihan Diplomatik Seluruh Dunia yang berpusat di Wina, Austria.

 

 

TANGGUNG JAWAB DAN FUNGSI

 

Pusdiklat memiliki tanggung jawab strategis untuk mengembangkan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Deplu. Untuk melaksanakan tanggung jawab ini Pusdiklat menjalankan lima fungsi utama, yakni:

 

  • menyelenggarakan diklat diplomatik bagi para diplomat senior (Diklat SESPARLU), diplomat madya (Diklat SESDILU) dan diplomat junior (Diklat SEKDILU);
  • menyelenggarakan diklat non-diplomatik yang meliputi diklat struktural (bersama dengan Lembaga Administrasi Negara), diklat bendaharawan dan penata kerumahtanggaan perwakilan (BPKRT), kursus bahasa asing, dan program orientasi istri para pejabat dinas luar negeri;
  • merintis dan mengembangkan kerjasama diklat dengan lembaga-lembaga pemerintah dan swasta kampus, dan organisasi internasional di dalam dan luar negeri;
  • meningkatkan program karyasiswa keluar negeri bagai para pejabat Deplu;
  • menyediakan dukungan administratif dan teknis bagi seluruh kegiatan diklat.

 

ORGANISASI

 

Pusdiklat dipimpin oleh seorang diplomat senior Deplu yang dan secara administratif bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal Deplu. Dalam menjalankan tugasnya Kepala Pusdiklat dibantu oleh beberapa kepala Bidang/Bagian.

 

Sebagai sebuah unit eselon II Pusdiklat memiliki 4 unit Eselon III yakni:

 

  1. Bagian Tata Usaha, bertanggung jawab menyediakan dukungan administratif dan teknis bagi seluruh kegiatan diklat;
  2.  Bidang Diklat Diplomatik, bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan diklat diplomatik baik bagi diplomat senior, madya maupun junior;
  3.  Bidang Diklat Non Diplomatik; bertanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan diklat struktural, diklat bendaharawan dan penata kerumahtanggaan perwakilan (BPKRT), kursus-kursus bahasa asing dan program orientasi bagi istri para pejabat yang akan bertugas ke luar negeri;
  4.  Bidang Kerja Sama Diklat, Pengurusan Beasiswa dan Tugas Belajar, bertanggung jawab untuk merintis dan mengembangkan kerjasama diklat dengan lembaga-lembaga pemerintah dan swasta, kampus, dan organisasi internasional baik di dalam maupun luar negeri;

Selain bidang dan bagian tersebut kinerja Pusdiklat juga dibantu oleh lima orang direktur yang terdiri dari empat mantan duta besar dan seorang diplomat senior yang bertugas mengkoordinasi diklat-diklat tertentu. Para direktur tersebuat adalah:

 

  • Direktur Diklat SESPARLU (Sekolah Staf dan Pimpinan Departemen Luar Negeri, ditujukan bagi diplomat senior);
  • Direktur Diklat SESDILU (Sekolah Staf Dinas Luar Negeri, ditujukan bagi diplomat madya);
  • Direktur Diklat SEKDILU (Sekolah Dinas Luar Negeri, ditujukan bagi diplomat muda);
  • Direktur Sekolah Bahasa Asing;
  • Direktur Diklat Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan.

 

JENIS DIKLAT YANG DISELENGGARAKAN

 

Sebagai unit Deplu yang bertugas di bidang pendidikan Pusdiklat menyelenggarakan berbagai macam diklat. Diklat-diklat ini dirancang dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Deplu pada umumnya dan para diplomat Indonesia pada khususnya.

 

Diklat-diklat tersebut terbagai dalam dua kategori utama, yaitu diklat diplomatik dan diklat non-diplomatik.

 

 

DIKLAT DIPLOMATIK

 

Diklat diplomatik yang diselenggarakan di Pusdiklat terdiri dari tiga jenis, yakni:

 

  • Diklat SESPARLU (Sekolah Staf dan Pimpinan Departemen Luar Negeri) bagi para diplomat senior;
  • Diklat SESDILU (Sekolah Staf Dinas Luar Negeri) bagi para diplomat madya;
  • Diklat SEKDILU (Sekolah Dinas Luare Negeri) bagi para diplomat junior;  

Masing-masing diklat ini dikoordinasi oleh seorang direktur yang merupakan seorang mantan duta besar yang ditugaskan untuk membantu pelaksanaan tugas Kepala Pusdiklat. Kurikulum diklat diplomatik secara teratur diperbarui untuk supaya sesuai dengan tantangan perkembangan terbaru dalam politik luar negeri dan hubungan internasional.

 

Diklat SEKDILU

Diklat SEKDILU adalah diklat diplomatik tingkat dasar bagi para diplomat junior yang baru saja direkrut. Dalam diklat ini para peserta dibekali dengan pengetahuan dasar mengenai diplomasi dan hubungan luar negeri. Kurikulum diklat ini merupakan kombinasi antara teori-teori akademik dan ketrampilan praktek diplomatik. Diklat ini dilaksankan dalam dua semester yang masing-masing berjalan selama kurang lebih 3,5 bulan dan diikuti oleh program magang selama 3 bulan di berbagai Perwakilan RI di luar negeri. Dengan kurikulum ini para lulusan diklat ini diharapkan mampu memahami tugas dan fungsi seorang diplomat dan dapat bertugas sebagai staf junior baik di kantor Deplu di Jakarta maupun Perwakilan RI di luar negeri.

 

Diklat SESDILU

Diklat ini merupakan prasyarat bagi diplomat madya yang akan dipromosikan untuk mendapatkan gelar Counsellor dan para pesertanya pernah ditugaskan keluar negeri minimal 1 kali. Diklat ini dirancang untuk meningkatkan ketrampilan diplomatik para diplomat madya, khususnya dalam hal public speaking, korespondensi diplomatik, diplomasi publik, negosiasi serta kemampuan dasar manajerial dan kepemimpinan. Diklat ini berlangsung selama kurang lebih 4 bulan dan seluruhnya dilaksanakan dalam bahasa Inggris. Para lulusan diklat ini diharapkan dapat menjadi diplomat yang lebih mampu dalam menjawab tantangan diplomasi regional maupun global.

 

Diklat SESPARLU

Diklat ini merupakan diklat diplomatik tingkat lanjut bagi para diplomat senior yang telah beberapa kali ditugaskan keluar negeri. Diklat ini merupakan prasayarat bagi para diplomat senior yang akan dipromosikan untuk mendapatkan gelar diplomatik Minister Counsellor. Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan diplomatik para diplomat senior, khususnya dalam negosiasi dan public speaking tingkat lanjut, manajemen dan kepemimpinan serta proses pengambilan keputusan. Diklat ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan analitis peserta dalam mendefinisikan masalah-masalah diplomasi dan hubungan internasional yang menimbulkan dampak bagi Indonesia baik secara langsung maupun tidak langsung. Diklat ini seluruhnya dilaksanakan dalam bahasa Inggris dan berlangsung selama kurang lebih selama 4 bulan. Para lulusan diklat ini diharapkan mampu memberikan konsep dan alternatif-alternatif kebijakan serta merekomendasikan arah tindakan dan melaksanakannya melalui penafsiran dan analisa peristiwa-peristiwa regional maupun internasional yang memiliki imbas terhadap Indonesia.

 

 

DIKLAT NON-DIPLOMATIK

 

Diklat non-diplomatik antara lain meliputi diklat-diklat berikut:

 

  • Diklat Struktural yang dilaksanakan melalui kerjasama dengan Lembaga Admistrasi Negara;
  • Diklat Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan (BKRT),
  • Kursus-kursus bahasa asing;
  • Program Orientasi Istri untuk Pejabat Dinas Luar Negeri.

 

Diklat Struktural

Diklat ini ditujukan bagi pegawai Deplu yang akan menduduki jabatan struktural eselon III dan IV. Diklat ini berlangsung selama kurang lebih lima sampai tujuh minggu dan dilaksanakan melalui kerjasama dengan LAN. Mulai tahun 2005 Pusdiklat telah merintis pelaksanaan diklat terpadu yakni integrasi diklat Kepemimpinan tingkat III dengan Diklat SESDILU serta Diklat Kepemimpinan Tk.II dengan Diklat SESPARLU. Dengan demikian para lulusan diklat terpadu akan memperoleh ijazah diklat diplomatik dan diklat struktural sekaligus.

 

Pelatihan bagi para Calon Bendaharawan dan Penata Kerumahtanggaan Perwakilan

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dalam bidang keuangan dan urusan administrasi Perwakilan RI. Para peserta untuk pelatihan ini diseleksi dari para pegawai non diplomat yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan terkait. Diklat ini berada di bawah koordinasi seorang diplomat senior.

 

Kursus-kursus bahasa Asing

Pusdiklat menyelenggarakan berbagai kursus bahasa asing yang terdiri dari bahasa Inggris dan 8 bahasa asing lainnya (Arab, Cina, Belanda, Perancis, Jepang, Korea, Rusia dan Spanyol) yang ditujukan bagi semua pegawai Deplu. Prioritas untuk mengikuti kursus-kursus ini diberikan kepada para peserta diklat diplomatik atau pegawai yang akan segera bertugas ke luar negeri. Penyelenggaraan kursus-kursus ini berada di bawah koodinasi seorang mantan Duta Besar yang telah berpengalaman.

 

Program Orientasi Istri/Suami Pejabat Dinas Luar Negeri

Program ini terbagi dalam dua kategori, yakni: program orientasi isteri/suami Pejabat Dinas Luar Negeri tingkat dasar yang ditujukan bagi yang baru pertama kali penempatan di luar negeri dan program orientasi bagi istri para pejabat Deplu maupun non-Deplu yang telah ditunjuk menjadi Kepala/Wakil Kepala Perwakilan.

 

 

FASILITAS-FASILITAS DIKLAT

 

Untuk menunjang pelaksanaan berbagai diklat tersebut Pusdiklat dilengkapi oleh fasilitas-fasilitas berupa 15 ruang kelas yang mampu menampung peserta sampai 450 orang, sebuah ruang seminar/pertemuan, sebuah ruang serba guna yang sering digunakan untuk pelatihan table manners,dua buah laboratorium bahasa dan sebuah laboratorium komputer. Selain fasilitas tersebut Pusdiklat juga memiliki fasilitas pendukung lainnya, seperti:

 

Perpustakaan

Perpustakaan Pusdiklat sampai akhir 2004 memiliki koleksi sejumlah 12.345 buah buku yang meliputi 7.925 judul. Perpustakaan ini juga secara teratur berlangganan beberapa terbitan nasional dan luar negeri. Selain buku, perpustakaan Pusdiklat juga memiliki bahan audio visual yang dapat dipergunakan untuk kegiatan kursus bahasa asing.

 

Asrama dan Apartemen

Pusdiklat memiliki sebuah asrama Pusdiklat yang terletak berdampingan dengan gedung Pusdiklat. Asrama tersebut diberi nama “Wisma MR. Ahmad Soebardjo” sebagai bentuk penghargaan Deplu kepada Menlu RI pertama. Asrama ini memiliki 36 kamar yang dapat menampung 80 orang peserta diklat. Selain asrama, Pusdiklat juga memiliki sebuah apartemen yang pada saat diklat-diklat tertentu dapat digunakan untuk menampung 45 peserta. Apartemen ini juga digunakan sebagai fasilitas akomodasi bagi dosen tamu dari luar negeri yang diperbantukan untuk mengajar bahasa Inggris.

 

Klinik Kesehatan

Pusdiklat memiliki sebuah klinik kesehatan yang terletak di bagian selatan kompleks Pusdiklat. Klinik ini secara gratis menyediakan layanan bagi para peserta diklat dan pegawai Deplu yang mengalami gangguan kesehatan ringan. Bangunan klinik tersebut belum lama ini telah mengalami renovasi.

 

Masjid

Pusdiklat memiliki sebuah sarana ibadah berupa masjid dengan nama “At-Tarbiyah” yang juga terletak di kompleks Pusdiklat. Masjid yang dahulu hanya sebuah musholla ini telah mengalami beberapa kali renovasi sehingga saat ini mampu menampung sebanyak 350 orang. Pada awalnya masjid ini dimaksudkan untuk memfasilitasi para peserta diklat dan pegawai Pusdiklat saja, namun pada perkembangannya masjid ini juga dikunjungi oleh umat Islam yang tinggal, bekerja atau kuliah di sekitar kompleks Pusdiklat

 

-DaMaR-

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: