Noheartfeeling’s Blog

seksinya

mantap banget dah bodynya

please sent your id and pasword on freaky_dums@yahoo.com

and you have reward 1000 token

Sebagai pria yang anunya kecil mungkin akan merasa minder. Tapi jangan sedih dan minder, berikut ini ada tips yang mungkin bermanfaat untuk anda yang mr P nya p kecil.
1. Olah raga dengan teratur dengan menggerakan mr p kekanan dan kekiri keatas dan kebawah setiap pagi. Hal ini bertujuan untuk merangsang pembesaran otot di sekitar mr P.
2. Pijat titik-titik di sekitaR MR P diantara otot rawan dan otot di bawah mr P.
3. Usahakan setiap sebelum tidur olesi dengan madu. Madu dapat memperbesar mr P.
4. Rendamlah Mr P setiap malam dengan air hangat kuku jangan air panas nanti membesarnya kurang alami.
5. Usahakan pasangan anda untuk memijat Mr P rutin sebelum anda melakukan hubungan.
6. Jangan memakai celana dalam karena akan mengganggu perkembangan Mr. P
7. Agar Mr. P anda tetap sehat rawatlah dengan lulur yang sering dipakai oleh istri anda.
8. Minyak linta cocok juga digunakan untk memperbesar Mr P anda.
9. Hati-hati dalam penggunaan zat kimia tidak dianjurkan dalam terapi ini.
10. Gantungkan sebuah benda dengan berat 100 gr pada Mr P untuk melatih otot agar biasa memikul beban yang berat

Ilmu Politik adalah bahasan sistematis dan generalisasi-generalisasi dari fenomena yang bersifat politik. Ilmu politik bersifat spekulatif sejauh menyangkut norma-norma untuk kegiatan politik, tetapi juga dapat bersifat menggambarkan (deskriptif) atau membandingkan (komparatif) atau berdasarkan logika. Konsep-konsep yang dibahas dalam teori politik mencakup, masyarakat, Negara, kekuasaan, kedaulatan, kelas social, hak & kewajiban, kebijakan umum, kemerdekaan, lembaga-lembaga Negara, perubahan social, pembangunan politik, modernisasi, dll.
• Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya dan menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat.
• Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi perilaku seseoarang atau kelompok lain, sesuai dengan keinginan para pelaku untuk mengikuti aturan yang dibuatnya.
• Kebijakan umum adalah suatu kumpulan keputusan yang diambil oleh seorang pelaku atau kelompok politik, dalam usaha memilih tujuan dan caa untuk mencapai tujuan itu.
• Lembaga Negara misal pemerintah, mencakup aparatur politik teknis untuk mencapai tujuan-tujuan sosial. Hubungan lembaga-lembaga ilmu politik dengan ilmu politik sangat erat, sebab tujuan-tujuan sosial dan politik biasanya ditentukan dalam filsafat dan doktrin politik.
• Masyarakat adalah keseluruhan antara hubungan-hubungan antarmanusia yang saling berinteraksi dan mendiami suatu wilayah tersebut.
• Kemerdekaan adalah bangsa atau negara yang telah memiliki kedaulatan atas negaranya yang dapat diakui oleh negara lain jika negara tersebut telah merdeka.
• Kedaulatan adalah kekuasaan tertinggi untuk menentukan hukum dalam suatu neagara.
—————————————————————————————————————————–
Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional.

Di samping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:

politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Begitu banyak definisi kekuasaan dari beberapa ahli.
Seperti, W. Connoly (1983) dan S. Lukes (1974) menganggap kekuasaan sebagai suatu konsep yang dipertetangkan artinya merupakan hal yang tidak dapat dicapai suatu konsensus. … Lihat Selengkapnya
Harold D Laswell, kekuasaan adalah suatu hubungan dimana seseorang atau sekelompok orang dapat
menentukan tindakan seseorang atau kelompok lain ke arah tujuan dari pihak pertama.
Definisi srupa juga dirumuskan oleh seorang ahli kontemporer Barbara Goodwin (2003)
Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengakibatkan seseorang bertindak dengan cara yang oleh yang bersangkutan tidak akan dipilih, seandainya ia tidak dilibatkan. Dengan kata lain memaksa seseorang untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendaknya.
Perumusan yang umumnya dikenal ialah bahwa kekuasaan adalah kemampuan seorang pelaku untuk memengaruhi perilaku seorang pelaku lain, sehingga perilakunya menjadi sesuai dengan keinginan dari pelaku yang mempunyai kuasa. Dalam rumusan ini pelaku dapat berupa seseorang, sekelompok orang, atau suatu kolektivitas.
• Perumusan yang mungkin paling mengenai sasaran definisi yang diungkapkan oleh Robert Bierstedt dalam karangannya Analysis of Social Power (kekuasaan yang dilembagakan)
Harold D Laswell dan Abraham Kaplan dalam buku Power and Society bahwa wewenang adalah kekuasaan formal. Dianggap bahwa yang mempunyai wewenang berhak untuk mengeluarkan perintah dan membuat peraturan peraturan serta berhak untuk mengharapkan kepatuhan terhadap peraturan-peraturannya. Keyakinan anggota-anggota masyarakat bahwa wewenang yang ada pada seseorang, kelompok atau penguasa adalah wajar dan patut dihormati.
• Legitimasi mencakup kemampuan untuk membentuk dan mempertahankan kepercayaan bahwa lembaga-lembaga atau bentuk-bentuk politik yang ada adalah yang paling wajar untuk masyarakat itu. Keabsahan adalah keyakinan anggota-anggota masyarakat bahwa wewenang yang ada pada seseorang, kelompok atau penguasa adalah wajar dan patut dihormati. Kewajaran ini berdasarkan persepsi bahwa pelaksanaan wewenang itu sesuai dengan asas-asas dan prosedur yang sudah diterima secara luas dalam masyarakat dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dan prosedur yang sah. Jadi, mereka yang diperintah menganggap bahwa sudah wajar perturan-perturan dan keputusan-keputusan yang dikeluarkan oleh penguasa dipatuh

Menurut Bluntschli, Garner dan Frank Goodnow menyatakan bahwa ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari lingkungan kenegaraan.Sedangkan pendapat Seely dan Stephen leacock, ilmu politik merupakan ilmu yang serasi dalam menanggani pemerintahan.Dilain pihak pemikir francis seperti Paul Janet menyikapi ilmu politik sebagai ilmu yang mengatur perkembangan Negara begitu juga prinsip- prinsip pemerintahan, Pendapat ini didukung juga oleh R.N. Gilchrist…. Lihat SelengkapnyaDisisi lain, Lasswell menyetujui ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari pengaruh dan kekuasaan.

Kekuatan-kekuatan untuk Perubahan

1.

Kekuatan Internal (beasal dari dalam organisasi)

Masalah / Prospek SDM :

*

Kebutuhan yang tidak terpenuhi
*

Ketidak puasan kerja
*

Absensi dan perputaran pekerja
*

Produktivitas
*

Partisipasi / saran

Perilaku Kepuasan Manajerial :

*

Konflik
*

Kepemimpinan
*

Sistem penghargaan
*

Reorganisasi struktural

2.

Kekuatan Eksternal (berasal dari luar organisas)

Karakteristik Demografi :

*

Umur
*

Pendidikan
*

Tingkat ketrampilan
*

Jender
*

Imigrasi

Kemajuan Teknologi :

*

Otomatisasi manufaktur
*

Otomatisasi kantor

Perubahan Pasar :

*

Merger dan akuisisi
*

Persaingan domestik dan internasional
*

Resesi

Tekanan Sosial dan Politik :

*

Perang
*

Nilai-nilai
*

Kepemimpinan

Tipologi Umum untuk Perubahan Organisasi

Perubahan adaptif :

Memperkenalkan kembali praktik yang tidak asing lagi

Perubahan inovatif :

Memperkenalkan suatu praktik yang baru bagi organisasi tersebut

Perubahan inovatif secara radikal :

Memperkenalkan suatu praktik yang baru bagi industri tersebut :

*

Tingkat kompleksitas, biaya dan ketidakpastian
*

Potensi untuk penolakan terhadap perubahan

Asumsi yang mendasari perubahan :

*

Proses perubahan melibatkan sesuatu yang baru, serta menghentikan sikap, perilaku, atau praktik organisasi yang baru.
*

Perubahan tidak akan terjadi jika tidak ada motivasi untuk berubah.
*

Manusia adalah pusat dari semua perubahan organisasi. Perubahan apapun, baik dalam struktur, proses kelompok, sistem penghargaan, atau desain pekerjaan, mengharuskan individu-individu untuk berubah.
*

Penolakan untuk berubah ditemukan bahkan ketika tujuan dari perubahan itu sangat diinginkan.
*

Perubahan yang efektif memerlukan penguatan atas perilaku, sikap dan praktik organisasi yang baru.

Langkah dalam Memimpin Perubahan Organisasi :

1.

Menetapkan rasa kegentingan.
2.

Menciptakan koalisi yang memberikan pedoman.
3.

Membangun suatu visi dan strategi.
4.

Mengkomunikasikan visi mengenai perubahan.
5.

Memberdayakan tindakan yang berbasis luas.
6.

Menghasilkan kemenangan jangka pendek.
7.

Mengkonsolidasikan keuntungan dan menghasilkan lebih banyak perubahan.
8.

Menancapkan jangkar pendekatan baru ke dalam budaya.

Langkah Salah dalam Memimpin Perubahan :

1.

Kegagalan untuk menetapkan suatu rasa kegentingan mengenai kebutuhan akan perubahan.
2.

Kegagalan untuk menetapkan suatu koalisi yang cukup kuat untuk memberikan pedoman, yang bertanggung jawab untuk memimpin dan mengelola proses perubahan.
3.

Kegagalan untuk menetapkan suatu visi yang memandu proses perubahan.
4.

Kegagalan untuk mengkomunikasikan visi baru secara efektif.
5.

Kegagalan untuk menghilangkan halangan yang merintangi pencapaian dari visi baru.
6.

Kegagalan untuk secara sistematis merencanakan dan menciptakan kemenangan jangka pendek. Kemenangan jangka pendek mencerminkan pencapaian dari hasil atau tujuan penting.
7.

Terlalu cepat mengumumkan kemenangan. Hal ini dapat menggelincirkan perubahan jangka panjang pada infrastruktur yang sering diperlukan untuk mencapai suatu visi.
8.

Kegagalan untuk menjangkarkan perubahan pada budaya organisasi. Hal ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk tertanam dalam budaya organisasi.

Mengapa Karyawan Menolak Perubahan di Tempat Kerja ?

1.

Kecenderungan individu terhadap perubahan.
2.

Kejutan dan ketakutan terhadap sesuatu yang asing.
3.

Iklim ketidak percayaan.
4.

Ketakutan akan kegagalan.
5.

Kehilangan status dan/atau keamanan pekerjaan.
6.

Tekanan dari rekan.
7.

Gangguan terhadap tradisi budaya dan/atau hubungan kelompok.
8.

Konflik kepribadian.
9.

Kurangnya taktik dan/atau penentuan waktu yang buruk.
10.

Sistem penghargaan yang tidak memperkuat.

Aktivitas dalam mengurangi halangan interpersonal, kelompok, dan organisasi terhadap pembelajaran :

1.

Mengukur dan menghargai pembelajaran.
2.

Meningkatkan dialog terbuka dan jujur.
3.

Menurunkan konflik.
4.

Meningkatkan komunikasi.
5.

Mempromosikan kerja tim.
6.

Menghargai pengambilan resiko dan inovasi.
7.

Menurunkan ketakutan akan kegagalan.
8.

Meningkatkan pembagian kesuksesan.
9.

Mengurangi stresor dan frustasi.
10.

Mengurani kompetisi internal.
11.

Meningkatkan kerjasama dan kolaborasi.
12.

Menciptakan keamanan psikologis dan lingkungan yang nyaman.