Noheartfeeling’s Blog

Pemanfaatan Teknologi Internet sebagai Media Komunikasi Organisasi

Posted on: Februari 25, 2009

Information and Communication Technology (ICT) dalam kurun waktu terakhir menjadi bahasan yang begitu populer. Hal ini disebabkan meluasnya penerapan ICT dalam berbagai bidang. Tidak hanya dalam bidang perdagangan, namun juga mencakup bidang pertahanan, pemerintahan, pendidikan dan sosial. Kecepatan, kemudahan, akurasi dan biaya murah menjadi ciri penerapan ICT.
Internet merupakan teknologi informasi yang paling banyak digunakan. Bagi organisasi pemanfaatan teknologi internet , selain memudahkan dalam menyebarkan dan menerima informasi, teknologi internet juga dapat meningkatkan efisiensi dan kemampuan organisasi, mempercepat pengolahan data, meningkatkan kualitas informasi, memungkinkan pemanfaatan bersama informasi (data sharing).
 Situs web (website) dan electronic mail merupakan layanan internet yang paling populer. Saat ini berbagai macam situs web telah membanjiri dunia internet. Mulai dari situs yang bersifat pribadi (blogger) maupun sifatnya institusional (official web).
Peningkatan situs web yang demikian pesat menimbulkan pertanyaan “apakah pemanfaatan internet menjadi kebutuhan atau hanya mengikuti trend”. Mengingat banyaknya situs web yang tidak dimanajemen dengan rapi, sehingga popularitasnya menurun secara drastis hingga ditinggalkan pengunjung.

Dalam konteks pemanfaatan internet sebagai sarana komunikasi organisasi, perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut :
1.    Penerapan Teknologi Informasi hendaknya diikuti perubahan  paradigma.
Pada era informasi, aliran data baik dari dalam maupun dari luar berlangsung sangat cepat. Untuk dapat bertahan di era informasi, maka sebuah organisasi yang memanfaatkan teknologi internet harus menjadi produsen informasi tidak hanya sekedar pengkonsumsi informasi. Internet harus dimaknai sebagai dunia baru, dimana paradigma yang dibangun harus berorientasi kepada pengguna (pengunjung), sehingga informasi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengunjung.
Situs internet bukan sekedar etalase bagi organisasi, hanya menyediakan informasi internal organisasi yang tidak terlalu berguna bagi pengunjung. Akan tetapi, dapat dijadikan media komunikasi organisasi bagi pihak-pihak eksternal maupun internal. Dalam hal ini, peranan penentu kebijakan organisasi menjadi signifikan dalam merencanakan konsep pembangunan situs internet.
2.    Penerapan strategi branding situs internet.
Branding (merk/pencitraan) tidak bisa dilepaskan dari sisi kehidupan kita, baik pada dunia nyata maupun dunia maya (cyber space). Contoh pada dunia maya, kita mengenal Google mesin pencari yang handal, Wikipedia sebagai layanan ensiklopedia online, atau Ebsco sebagai layanan jurnal online. Dengan adanya branding, maka suatu produk dapat dikenali dan diidentifikasi secara unik dan mudah. Misalkan sajian informasi yang berbeda dengan situs lainnya, ataupun ada nilai keuntungan tertentu bagi pengunjung.
Strategi branding pada dunia maya, menurut Romi Satria Wahono (2007) terbagi menjadi tiga unsur, yaitu : ePositioning, eUniqueness,  dan ePromotion. ePositioning merupakan langkah awal dan dasar dalam pembentukan branding. Di wilayah mana situs akan diposisikan secara unik melalui focusing, serta muatan isi situs. eUniqueness, merupakan keunikan yang terdapat pada suatu situs, sehingga memudahkan pengunjung dalam proses identifikasi situs. eUniqueness dapat dibangun dengan nama domain, simbol atau logo, slogan, atau bahkan layanan yang tidak terdapat pada situs lain. ePromotion, merupakan mekanisme promosi situs. Dapat dilakukan melalui mendaftarkan pada mesin pencari (Google dan Yahoo), grup diskusi (milis), mengisi komentar pada situs lain, serta banyaknya situs direferensikan oleh situs lain (popularitas link).
3.    Partisipasi pengunjung untuk berbagi pengetahuan dan informasi.
Dimulai pada tahun 2004, era web 2.0 menjadi pembicaraan hangat seputar konsep pengembangan situs internet (Ridwan Sanjaya,2007). Meskipun tidak ada definisi yang jelas mengenai web 2.0, web 2.0 lebih menekankan perubahan cara berpikir dalam menyajikan isi situs dan tampilan situs. Apabila pada era web 1.0, situs merupakan wilayah web designer dan web programmer, maka inti era web 2.0 adalah jalinan social dan keterlibatan pengguna secara interaktif.
Pengguna pada era web 2.0 tidak perlu bersusah payah mempelajari bahasa pemrograman web yang rumit untuk memiliki situs, cukup mendaftarkan diri sebagai anggota blogger (blogspot.com). Contoh lainnya, pengguna pun dapat berkontribusi merubah atau menambah isi pada situs wikipedia.org. Atau, suatu situs dapat menampilkan (feeding) isi situs lain melalui teknologi  RSS (Realy Simple Syndicate).
4.    Penyediaan jenis layanan.
Layanan pada situs internet  dibagi menjadi tiga level, yaitu : informasi, interaksi, dan transaksi (I Putu Agus Swastika). Pada level informasi, organisasi mempublikasikan kebijakan, prosedur, aktifitas, dan lain sebagainya melalui situs. Pada level Interaksi antara organisasi dan pihak eksternal dapat melakukan komunikasi dua arah melalui media web maupun email sebagai bentuk layanan partisipatoris pihak eskternal. Sedangkan pada level Transaksi, organisasi menyediakan layanan bagi pihak eksternal untuk bertransaksi secara online. Misalkan pembuatan kartu anggota, pembayaran iuran, dan lain sebagainya.
Ketiga layanan tersebut diintegrasikan dalam sebuah situs yang popular disebut portal. Yaitu situs yang menyajikan segala macam informasi dan layanan serta yang tak kalah penting adalah terbentuk suatu komunitas secara virtual yang memanfaatkan portal tersebut sebagai media komunikasi dan bertransaksi (I Putu Agus Swastika).

-DaMaR-

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: